Pendidikan
S2 PBA UII Dalwa
Pendidikan
-
-
PENDIDIKAN
-
Pengembangan Kurikulum
-
Pelaksanaan Pembelajaran
-
Integrasi Penelitian dan/atau PkM dalam Pembelajaran
-
Penilaian Hasil Belajar
-
Peningkatan Suasana Akademik
-
Pembimbingan Tugas Akhir
-
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Rata-Rata Lulusan
-
Tracer Study
-
Lama Studi Mahasiswa
-
Kelulusan Tepat Waktu
Gambar 6.1 Persentase Kelulusan Tepat Waktu
Grafik persentase kelulusan tepat waktu menunjukkan tren penyelesaian studi mahasiswa pada tiga angkatan terakhir. Angkatan TS-2 mencatatkan tingkat kelulusan tepat waktu tertinggi dengan capaian 82,35%, mengalami peningkatan dari angkatan TS-3 yang berada di angka 76,06%. Sementara itu, persentase kelulusan tepat waktu untuk angkatan TS-1 tercatat sebesar 76,85%. Secara keseluruhan, visualisasi ini mengindikasikan performa akademik yang konsisten dan baik, di mana lebih dari tiga perempat mahasiswa di setiap angkatannya berhasil menyelesaikan studi sesuai dengan target masa studi ideal. Secara lengkap terdokumentasikan di dalam Laporan Kelulusan Tepat Waktu tahun 2022-2024 dan Data Lulusan tiap tahun Untuk meningkatkan/mempertahankan jumlah mahasiswa yang lulus tepat waktu, program studi dan UPPS memberikan dukungan akademik yang terencana, di antaranya melalui sistem pembimbingan akademik sejak awal perkuliahan, seminar metodologi penelitian, serta fasilitas belajar yang memadai, termasuk akses literatur dan sumber daya digital universitas. Program studi juga melakukan identifikasi berkala terhadap hambatan yang dihadapi mahasiswa, baik akademik maupun non-akademik, dan memberikan intervensi dini berupa konsultasi intensif, mentoring personal, serta penyediaan dukungan finansial melalui beasiswa penelitian.-
Keberhasilan Studi Mahasiswa
- Employability, Kewirausahaan, dan Studi Lanjut
Gambar 6.2 Lulusan yang Bekerja dan Studi Lanjut
Grafik profil lulusan terlacak selama tiga tahun terakhir (TS-4 hingga TS-2) menunjukkan bahwa serapan lulusan didominasi oleh kategori Bekerja Sesuai Bidang dengan tren peningkatan yang pesat setiap tahunnya, yakni dari 14 lulusan (TS-4) menjadi 51 lulusan (TS-2). Di samping itu, program studi juga secara konsisten mencetak lulusan dengan jiwa kewirausahaan (Usaha Mandiri) yang berjumlah 1 hingga 3 orang setiap tahunnya, serta lulusan yang berfokus pada pengembangan akademik (Studi Lanjut S3) dengan jumlah yang stabil, yaitu 1 orang per tahun kelulusan. Hal ini mengindikasikan relevansi yang sangat baik antara kompetensi yang diberikan oleh program studi dengan kebutuhan di dunia kerja maupun keberlanjutan akademik.-
Waktu Tunggu Mendapatkan Pekerjaan Pertama
Gambar 6.4 Waktu Tunggu Lulusan
Berdasarkan grafik waktu tunggu lulusan dalam mendapatkan pekerjaan pertama pada tiga tahun kelulusan terakhir (TS-4 hingga TS-2), terlihat bahwa daya serap lulusan program studi di dunia kerja sangatlah tinggi dan menunjukkan tren yang semakin positif. Mayoritas lulusan secara konsisten berhasil mendapatkan pekerjaan dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan (WT < 6 Bulan) setelah kelulusan. Pada angkatan TS-4, sebanyak 14 lulusan berhasil terserap di bawah 6 bulan. Angka ini mengalami peningkatan yang signifikan pada angkatan TS-3 menjadi 26 lulusan, dan mencapai puncaknya pada angkatan TS-2 dengan total 49 lulusan yang langsung bekerja dalam waktu kurang dari 6 bulan. Secara kumulatif dari 106 lulusan yang terlacak selama tiga tahun tersebut, sebanyak 89 lulusan (sekitar 84%) memiliki waktu tunggu kurang dari 6 bulan. Sementara itu, lulusan yang membutuhkan waktu tunggu antara 6 hingga 12 bulan relatif kecil, yakni berturut-turut sebanyak 3, 5, dan 3 lulusan untuk masing-masing angkatan. Demikian pula untuk lulusan dengan waktu tunggu lebih dari 12 bulan (WT > 12 Bulan) yang jumlahnya sangat minim, yaitu hanya 1 hingga 3 orang per tahun. Dominasi lulusan pada kategori waktu tunggu kurang dari 6 bulan—terutama pelonjakan tajam pada TS-2—mengindikasikan bahwa kompetensi yang dibekalkan kepada mahasiswa sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini, sehingga lulusan memiliki daya saing yang tinggi dan cepat diserap oleh pasar kerja. Bukti pendukung berupa hasil tracer study yang dilaksanakan secara sistematis dan periodik, mencakup informasi tentang tanggal kelulusan, tanggal mulai bekerja pada pekerjaan pertama, serta distribusi persentase lulusan dalam kategori waktu tunggu <6 bulan, 6–12 bulan, dan >12 bulan, tertuang secara sistematis di dalam Laporan Tracer Study.-
Kesesuaian Bidang Kerja Lulusan
Gambar 6.5 Kesesuaian Pekerjaan Lulusan
Berdasarkan grafik persentase tingkat kesesuaian bidang kerja lulusan pada tiga tahun terakhir (TS-4 hingga TS-2), terlihat tren performa yang sangat positif terkait relevansi pekerjaan lulusan dengan profil keilmuan program studi. Data menunjukkan bahwa kategori kesesuaian “Tinggi” mendominasi secara absolut dan terus mengalami tren peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Pada angkatan TS-4, persentase lulusan dengan kesesuaian bidang kerja tinggi sudah berada di angka yang memuaskan, yakni 83,3%. Angka ini terus merangkak naik menjadi 88,2% pada TS-3, dan menyentuh rekor tertingginya pada angkatan TS-2 dengan capaian 96,3%. Berbanding terbalik dengan tren positif tersebut, persentase lulusan yang bekerja pada bidang dengan tingkat kesesuaian “Sedang” maupun “Rendah” justru semakin menyusut dari tahun ke tahun. Pada angkatan TS-4, persentase gabungan untuk kesesuaian sedang dan rendah masih berada di kisaran 16,7%. Namun, seiring berjalannya waktu, persentase ini terus ditekan hingga pada angkatan TS-2, masing-masing kategori tersebut hanya menyisakan angka minimal sebesar 1,9%. Peningkatan drastis pada kategori kesesuaian tinggi ini merupakan indikator kuat bahwa rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan kurikulum yang diterapkan oleh program studi memiliki tingkat keselarasan yang luar biasa dengan tuntutan riil di pasar kerja. Hal ini membuktikan bahwa program studi tidak hanya sukses membekali mahasiswa agar cepat terserap di dunia kerja, tetapi juga memastikan bahwa mereka berkarir di sektor-sektor profesional yang benar-benar linier dengan bidang keahlian keilmuannya.-
Kepuasan Pengguna Lulusan
-
Asesmen Ketercapaian CPL
-
Evaluasi Kurikulum
-
Evaluasi Pendidikan dan Tindak Lanjut
Tabel 6.1 Hasil Evaluasi Pendidikan
Aspek Uraian Kekuatan (Strengths) - Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang komprehensif dan sesuai standar nasional.
Kelemahan (Weaknesses) 1)Implementasi pembelajaran inovatif oleh dosen belum sepenuhnya konsisten. 2) Optimalisasi Learning Management System (LMS) masih perlu ditingkatkan. 3) Standardisasi dokumentasi penilaian antar dosen masih dalam proses penyelarasan. 4) Kompetensi bahasa asing lulusan masih perlu ditingkatkan menuju standar internasional. 5) Partisipasi alumni dalam tracer study belum maksimal. 6)Sebagian kecil lulusan memiliki IPK di bawah rata-rata program studi. 7) Integrasi masukan stakeholder eksternal dalam evaluasi kurikulum masih dalam tahap penyempurnaan. Peluang (Opportunities) 1) Kebijakan Merdeka Belajar dan RPL membuka akses bagi praktisi pendidikan dan pengelola pesantren. 2) Digitalisasi pendidikan mendukung integrasi manajemen modern berbasis nilai kepemimpinan Islami. 3) Kebutuhan pasar terhadap manajer pendidikan profesional terus meningkat. 4) Jejaring pesantren yang luas memperluas pangsa mahasiswa dan kerja sama. 5) Kolaborasi nasional dan internasional memperkuat daya saing lulusan. 6) Pengembangan pelatihan dan sertifikasi profesional meningkatkan kompetensi lulusan. 7) Dukungan Career Development Center mempercepat transisi lulusan ke dunia kerja. Ancaman (Threats) 1)Persaingan dengan program studi sejenis di berbagai perguruan tinggi. 2) Perubahan regulasi pendidikan tinggi yang dinamis. 3) Keterbatasan waktu mahasiswa yang mayoritas bekerja. 4) Tuntutan peningkatan publikasi internasional dosen. 5) Perubahan cepat kebutuhan kompetensi pasar kerja. 6) Potensi kesenjangan antara kurikulum dan perkembangan teknologi pendidikan. 7) Keterbatasan sumber daya untuk pengembangan infrastruktur digital. 8) Kompetisi global dalam rekrutmen mahasiswa pascasarjana. Tabel 6.2 Tindak Lanjut dari Hasil Evaluasi Kegiatan Pendidikan
Jangka Pendek (1 Tahun)
Jangka Menengah (2–3 Tahun)Tindak Lanjut Target Pencapaian Terukur Monitoring dan evaluasi rutin pelaksanaan pembelajaran berbasis RPS Laporan monev pembelajaran tersedia setiap semester Optimalisasi pemanfaatan LMS dalam pembelajaran ≥80% mata kuliah aktif menggunakan LMS secara optimal Penyusunan sistem penilaian berbasis RPS yang baku dan seragam Dokumen standar penilaian dan rubrik terimplementasi di seluruh mata kuliah Workshop pembimbingan dan penilaian tugas akhir Minimal 1 workshop terlaksana dan pedoman pembimbingan diperbarui Program pendampingan akademik untuk pemerataan IPK Penurunan jumlah mahasiswa dengan IPK di bawah rata-rata sebesar ≥20% Peningkatan partisipasi alumni dalam tracer study Tingkat respons tracer study ≥90%
Jangka Panjang (4–5 Tahun)Tindak Lanjut Target Pencapaian Terukur Integrasi eksplisit hasil penelitian dan PkM dalam RPS seluruh mata kuliah 100% RPS memuat integrasi hasil penelitian dan/atau PkM Penguatan suasana akademik melalui seminar, FGD, dan kuliah tamu rutin Minimal 3 kegiatan ilmiah per semester Pengembangan sistem early warning untuk mahasiswa berisiko Sistem early warning aktif dan laporan intervensi tersedia setiap semester Penyediaan pelatihan soft skills dan kewirausahaan ≥70% mahasiswa mengikuti pelatihan pengembangan kompetensi tambahan Penyempurnaan asesmen ketercapaian CPL Instrumen asesmen CPL terdokumentasi dan diterapkan secara menyeluruh Revisi kurikulum berbasis evaluasi dan masukan stakeholder Dokumen kurikulum hasil revisi disahkan dan diimplementasikan Tindak Lanjut Target Pencapaian Terukur Penguatan link and match kurikulum dengan kebutuhan industri pendidikan ≥90% lulusan bekerja sesuai bidang keahlian Peningkatan kompetensi bahasa asing mahasiswa ≥70% lulusan mencapai skor TOEFL/IELTS sesuai standar kompetitif Penguatan reputasi lulusan dan kepuasan pengguna Tingkat kepuasan pengguna lulusan ≥90% secara konsisten Penurunan waktu tunggu kerja lulusan ≥85% lulusan memperoleh pekerjaan pertama <6 bulan Pengembangan ekosistem pembelajaran digital berkelanjutan Seluruh mata kuliah berbasis blended/digital learning terstandar -
