KEUANGAN, SARANA, DAN PRASARANA PENDIDIKAN
S2 PBA UII Dalwa
KEUANGAN, SARANA, DAN PRASARANA PENDIDIKAN
- Program Pascasarjana sebagai unit pengelola Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Arab menerapkan tata kelola keuangan berbasis prinsip akuntabilitas melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut yang terstruktur. Program studi mengelola anggaran operasional secara proporsional untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai prioritas roadmap tridharma. Pascasarjana juga menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai serta memperhatikan aspek keselamatan pengguna, keamanan lingkungan belajar, dan kenyamanan ruang akademik. Seluruh penggunaan anggaran dan pemanfaatan sarana prasarana dievaluasi secara berkala dan ditindaklanjuti melalui mekanisme pengendalian mutu guna memastikan efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan layanan akademik.
-
Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan
-
Penggunaan Anggaran
26. Ketersediaan, Aksesibilitas, dan Kemanfaatan Sarana dan Prasarana Utama Pendidikan
Program Studi Magister (S2) Pendidikan Bahasa Arab Program Pascasarjana UII Darullughah Wadda’wah memiliki sarana dan prasarana utama yang memadai, terawat, mudah diakses, serta mendukung pelaksanaan kegiatan akademik. Kondisi fasilitas terdokumentasi dalam inventaris dan laporan inspeksi berkala sehingga menjadi dasar perencanaan pemeliharaan dan pengadaan. Dari sisi kelengkapan, program studi didukung ruang kelas ber-AC yang dilengkapi perangkat pembelajaran digital seperti Whteboard Interaktif, ismart TV/monitor presentasi, LCD proyektor, kamera pembelajaran, serta akses internet untuk menunjang pembelajaran hybrid. Ruang bersifat multifungsi sehingga dapat digunakan untuk perkuliahan, seminar, diskusi, maupun workshop. Selain itu tersedia ruang pimpinan, ruang dosen, ruang administrasi, ruang konsultasi mahasiswa, ruang seminar, perpustakaan, serta area parkir dengan dukungan sistem keamanan kampus. Dari sisi Aksesibilitas, seluruh fasilitas dapat digunakan oleh dosen dan mahasiswa secara adil dan terbuka. Program Pascasarjana memastikan tidak terdapat diskriminasi akses serta menyediakan jalur khusus disabilitas sebagai bentuk dukungan layanan inklusif. Meskipun mayoritas mahasiswa berstatus guru dan tenaga kependidikan tanpa kebutuhan khusus, penyediaan jalur disabilitas menunjukkan komitmen terhadap prinsip keterjangkauan fasilitas. Dari sisi perawatan dan kemutakhiran, inventaris sarana prasarana dirawat secara berkala melalui inspeksi rutin, pembersihan, serta pengendalian penggunaan bersama. Pembaruan peralatan dilakukan secara bertahap terutama pada perangkat teknologi untuk mendukung digitalisasi pembelajaran. Adapun dari sisi kemanfaatan, sarana prasarana terbukti menunjang seluruh kegiatan tridharma, baik perkuliahan, penelitian, pengabdian, maupun kegiatan administrasi akademik melalui ketersediaan ruang kelas, perpustakaan, ruang seminar, perangkat teknologi pembelajaran, serta laporan pemanfaatan fasilitas secara berkala. Secara keseluruhan, sarana prasarana Program Studi memenuhi standar mutu pada aspek kelengkapan, kualitas, keterawatan, kemutakhiran, aksesibilitas, dan kemanfaatan, serta terus ditingkatkan melalui pemeliharaan dan pengadaan berkelanjutan.-
Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Lingkungan (K3L)
-
Evaluasi Keuangan, Sarana, dan Prasarana Pendidikan dan Tindak Lanjut
Aspek Uraian Analisis Kekuatan (Strengths) - Perencanaan berbasis sistem informasi transparan didukung dokumen RKA, laporan realisasi, dan audit
- Alokasi mendukung tridharma, SOP jelas, realisasi sesuai rencana tahunan
- Ruang pembelajaran memadai, tersedia LMS, internet, perpustakaan, dan ruang diskusi akademik
- Tersedia kebijakan keselamatan, fasilitas keamanan dan lingkungan belajar kondusif
Kelemahan (Weaknesses) - Keterlambatan pencairan, pemerataan kapasitas SDM keuangan belum optimal, ketergantungan pada dana institusi
- Serapan anggaran belum optimal, fleksibilitas pengalihan dana terbatas, sinkronisasi laporan perlu ditingkatkan
- Beberapa fasilitas perlu pembaruan, keterbatasan ruang khusus, aksesibilitas belum optimal
- Sosialisasi belum merata, kepatuhan pengguna fasilitas perlu ditingkatkan
Peluang (Opportunities) - Regulasi transparansi, digitalisasi pengelolaan, peluang diversifikasi pendanaan eksternal
- Efisiensi berbasis sistem digital, peluang hibah eksternal, penerapan anggaran berbasis kinerja
- Hibah sarana pendidikan, pembelajaran hybrid, kerja sama pemanfaatan fasilitas mitra
- Kerja sama eksternal dan pemanfaatan teknologi monitoring lingkungan
Ancaman (Threats) - Perubahan kebijakan anggaran, prosedur pencairan panjang, keterbatasan alternatif sumber dana
- Pemotongan anggaran, kenaikan biaya operasional, perubahan kebijakan pendanaan riset
- Risiko kerusakan fasilitas, keterbatasan dana perawatan, perkembangan teknologi cepat
- Risiko bencana dan kecelakaan akibat kelalaian
b. Tindak LAnjut Tabel 5.2 Tindak Lanjut
Jangka Pendek (1 Tahun)
Jangka Menengah (2–3 Tahun)Tindak Lanjut Target Pencapaian Terukur Penguatan pencarian dana eksternal (hibah/kerja sama/CSR) Peningkatan dana eksternal minimal 15–20% dari baseline Peningkatan perolehan hibah eksternal tridharma Minimal 2 hibah eksternal diperoleh setiap tahun Pengembangan income generating unit Terbentuk minimal 1 unit usaha produktif yang berkontribusi pada pendapatan institusi Renovasi prioritas sarana dan prasarana Minimal 2 fasilitas utama direnovasi sesuai standar mutu Peningkatan aksesibilitas sarana pendidikan ≥70% fasilitas memenuhi standar aksesibilitas Simulasi keselamatan dan monitoring berkala Minimal 1 simulasi keselamatan per tahun dan laporan evaluasi terdokumentasi
Jangka Panjang (4–5 Tahun)Tindak Lanjut Target Pencapaian Terukur Penguatan pencarian dana eksternal (hibah/kerja sama/CSR) Peningkatan dana eksternal minimal 15–20% dari baseline Peningkatan perolehan hibah eksternal tridharma Minimal 2 hibah eksternal diperoleh setiap tahun Pengembangan income generating unit Terbentuk minimal 1 unit usaha produktif yang berkontribusi pada pendapatan institusi Renovasi prioritas sarana dan prasarana Minimal 2 fasilitas utama direnovasi sesuai standar mutu Peningkatan aksesibilitas sarana pendidikan ≥70% fasilitas memenuhi standar aksesiilitas Simulasi keselamatan dan monitoring berkala Minimal 1 simulasi keselamatan per tahun dan laporan evaluasi terdokumentasi Tindak Lanjut Target Pencapaian Terukur Kemandirian dan keberlanjutan keuangan Minimal 30% pendanaan berasal dari sumber non-tuition/non-dana utama Implementasi manajemen risiko keuangan terintegrasi Dokumen manajemen risiko diterapkan dan direview setiap tahun Penguatan sistem audit internal berbasis digital Tidak terdapat temuan mayor dalam audit eksternal berturut-turut selama 3 tahun Kerja sama strategis pengembangan sarana Minimal 5 mitra aktif mendukung pengembangan fasilitas dan pendanaan Peningkatan standar keamanan dan kenyamanan lingkungan akademik Indeks kepuasan civitas akademika ≥85% terhadap layanan dan fasilitas -
