Sejarah
S2 PBA UII Dalwa
Sejarah
Program Studi Magister (S2) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Program Pascasarjana UII Dalwa telah merumuskan visi keilmuan “Unggul dalam menyiapkan tenaga pendidik bahasa Arab yang profesional berbasis pondok pesantren di tingkat internasional pada tahun 2031.” Visi ini berfungsi sebagai landasan pengembangan keilmuan, penyelenggaraan pendidikan, serta arah penguatan tridarma perguruan tinggi secara berkelanjutan. Visi tersebut memiliki kekhasan pada integrasi antara keilmuan pendidikan bahasa Arab kontemporer dan khazanah pesantren, sehingga orientasi program studi tidak hanya menghasilkan praktisi pengajaran bahasa Arab, tetapi pendidik dan akademisi bahasa Arab yang memiliki kedalaman konseptual, landasan nilai keislaman, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika pedagogi global. Pendekatan integratif ini menempatkan turāth, tradisi akademik kepesantrenan, serta teori linguistik, pedagogik, dan teknologi pembelajaran modern sebagai satu kesatuan epistemologis yang menjadi ciri pembeda lulusan. Sebagai visi keilmuan, rumusan tersebut secara tegas menempatkan pengembangan ilmu Pendidikan Bahasa Arab sebagai fokus utama program studi. Penekanan pada pengembangan keilmuan menunjukkan bahwa visi program studi tidak semata-mata berorientasi pada aspek teknis-metodologis pengajaran, melainkan pada penguatan body of knowledge Pendidikan Bahasa Arab melalui pendekatan konseptual, teoritis, riset berbasis bukti (evidence-based pedagogy), dan inovasi aplikatif. Dengan demikian, visi ini memenuhi karakteristik visi keilmuan yang menjadi dasar pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Implementasi visi diarahkan pada penguatan tridarma melalui kurikulum berbasis capaian pembelajaran lulusan yang menekankan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian pendidik bahasa Arab; integrasi nilai pesantren dalam desain dan praktik pembelajaran; penelitian pengembangan model, strategi, dan media pembelajaran bahasa Arab berbasis konteks pesantren; serta pengabdian masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan lembaga pendidikan Islam dan pesantren. Visi juga menjadi rujukan dalam perumusan kompetensi lulusan, standar akademik, arah riset unggulan, serta strategi internasionalisasi program studi menuju daya saing global pada tahun 2031. Tindak lanjut pengembangan dirancang secara bertahap dan berkelanjutan, meliputi penguatan standar kompetensi lulusan berbasis KKNI dan kebutuhan global, pengembangan jejaring akademik nasional dan internasional, peningkatan kualitas riset dan publikasi bereputasi, serta penguatan reputasi akademik program studi sebagai pusat unggulan Pendidikan Bahasa Arab berbasis pesantren. Seluruh implementasi tersebut dimonitor dan dievaluasi secara berkala melalui sistem penjaminan mutu internal untuk memastikan ketercapaian visi secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
Program Pascasarjana UII Darullughah Wadda’wah (UII Dalwa) memiliki struktur organisasi akademik yang mendukung penyelenggaraan Program Studi Magister (S2) Pendidikan Bahasa Arab dengan sistem tata pamong berbasis nilai pesantren dan prinsip good governance mencakup transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, serta partisipasi sivitas akademika. Penempatan dosen dilakukan secara linier keilmuan dan profesional melalui komposisi 15 dosen berkualifikasi doktor dengan jabatan akademik Guru Besar, Lektor Kepala, Lektor, dan Asisten Ahli, serta bidang kepakaran yang relevan dengan pendidikan bahasa arab. Mekanisme kontrol mutu dilaksanakan melalui evaluasi pembelajaran mahasiswa, audit mutu internal oleh LPM, dan umpan balik alumni, sementara proses tata kelola berjalan terstruktur mulai dari perencanaan berbasis Renstra Pascasarjana, pengorganisasian dengan SOP akademik, hingga monitoring dan evaluasi rutin berbasis indikator kinerja dengan dukungan digitalisasi melalui SIAKAD dan SIMKEU. Program Studi telah menjalin 33 kerjasama tri dharma yang terdiri dari 13 kerjasama pendidikan, 9 kerjasama penelitian, dan 11 kerjasama pengabdian kepada masyarakat pada tingkat internasional, nasional, dan lokal. Kemitraan ini dilakukan dengan berbagai pesantren, lembaga pendidikan, pusat bahasa, serta perguruan tinggi mitra guna memperkuat kompetensi pedagogik dan profesional lulusan, meningkatkan kualitas riset Pendidikan Bahasa Arab, serta mengembangkan model pembelajaran bahasa Arab berbasis tradisi pesantren yang relevan dengan kebutuhan global. Kerja sama tersebut secara strategis mendukung pencapaian visi keilmuan program studi dalam mengembangkan ilmu Pendidikan Bahasa Arab yang integratif dan melahirkan tenaga pendidik profesional yang unggul dan berdaya saing internasional. Analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab terletak pada ketersediaan dosen doktor yang linier serta integrasi nilai pesantren dalam tata kelola akademik dan pengembangan keilmuan. Adapun area pengembangan mencakup optimalisasi sistem monitoring digital tridarma dan peningkatan keterlibatan stakeholder pendidikan bahasa Arab. Tindak lanjut difokuskan pada penguatan monitoring berbasis indikator visi keilmuan, peningkatan publikasi ilmiah di bidang Pendidikan Bahasa Arab, penguatan sinergi kerjasama akademik, serta optimalisasi pengabdian kepada lembaga pendidikan dan pesantren secara terukur guna memastikan peningkatan mutu berkelanjutan menuju akreditasi unggul dan reputasi akademik internasional.
Calon mahasiswa baru diseleksi dengan menjunjung prinsip kualitas, keadilan, inklusivitas, transparansi, akuntabilitas, dan fleksibilitas. Kriteria penerimaan mencakup: (1) IPK program sarjana ≥ 3,00, (2) Tes Potensi Akademik, (3) kemampuan membaca kitab/kompetensi dasar keislaman serta kemampuan bahasa (Arab atau Inggris) yang setara, dan (4) pertimbangan prestasi akademik maupun non-akademik calon mahasiswa yang relevan dengan bidang pendidikan Islam. Program Studi memberikan perlindungan kepada mahasiswa dari praktik yang merugikan seperti perundungan, pelecehan seksual, dan intoleransi melalui mekanisme pembinaan, pendampingan akademik, serta layanan pengaduan institusi. Produktivitas mahasiswa baik akademik maupun non-akademik tercatat sebanyak 19 karya prestatif, sedangkan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik dan non-akademik berada pada kategori sangat baik.
DTPS pada Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Arab Program Pascasarjana UII Darullughah Wadda’wah telah memenuhi standar kecukupan untuk penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi. Jumlah serta kompetensi DTPS yang terlibat dalam kegiatan tridharma sangat memadai dan linier di bidang Pendidikan Bahasa Arab, linguistik Arab, pengembangan kurikulum, metodologi penelitian, strategi pembelajaran, hingga teknologi dan media pembelajaran bahasa Arab. Jabatan akademik/fungsional DTPS berada pada tingkat yang memadai mulai dari Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, hingga Guru Besar. Rata-rata beban kerja DTPS menunjukkan performa yang baik meliputi kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan penunjang tridharma. Pengakuan kepakaran DTPS dalam tiga tahun terakhir menunjukkan adanya berbagai rekognisi pada tingkat lokal/wilayah (5 kegiatan), nasional (12 kegiatan), dan internasional (4 kegiatan). Capaian tersebut menunjukkan keterlibatan aktif dosen dalam forum ilmiah, publikasi, serta penguatan jejaring akademik nasional dan internasional yang relevan dengan pengembangan keilmuan Pendidikan Bahasa Arab, khususnya dalam bidang pedagogi bahasa Arab, linguistik terapan, dan inovasi pembelajaran berbasis pesantren. Partisipasi DTPS dalam pengembangan kompetensi telah memenuhi bahkan melampaui standar mutu internal sehingga berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, produktivitas riset, dan kinerja akademik Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab. Tingkat keterlibatan tenaga kependidikan dalam peningkatan kompetensi juga memadai dan berdampak pada efektivitas serta efisiensi layanan administrasi akademik yang mendukung proses pembelajaran dan penelitian. Program studi secara berkala melakukan evaluasi komprehensif terhadap jumlah dan linearitas dosen, kesesuaian kompetensi dengan bidang Pendidikan Bahasa Arab, jabatan fungsional, beban kerja, serta kapasitas tenaga kependidikan guna menjamin keberlanjutan mutu operasional dan penguatan reputasi akademik secara berkelanjutan.
Unit Pengelola Program Studi (UPPS) telah melaksanakan pengelolaan keuangan dan sarana prasarana dengan jalan (a) menyusun rencana, (b) melaksanakan rencana, (c) mengevaluasi keterlaksanaan, dan (d) menindaklanjuti temuan. Seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, hingga tindak lanjut didukung oleh sistem informasi keuangan yang terintegrasi, sehingga akurasi, transparansi, dan dokumentasi dapat terjaga. Alokasi anggaran yang diberikan telah mencukupi sekaligus mampu mendukung efektivitas penyelenggaraan tridharma pada Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab, serta diarahkan untuk terus meningkat melalui strategi pendanaan berkelanjutan. Secara umum sarana prasarana pada Program Studi S2 PBA dinilai telah melampaui standar mutu karena telah memenuhi aspek kelengkapan, kualitas, keterawatan, kemutakhiran, aksesibilitas, dan kemanfaatan yang optimal terus ditingkatkan melalui perawatan dan pengadaan berkelanjutan. UPPS juga telah melaksanakan penilaian dan audit berkala terkait kondisi sarana-prasarana serta penerapan K3. Hasil audit tingkat kepuasan penggunaan dan penilaian sarana dan prasarana digunakan sebagai dasar untuk mengadakan perbaikan dan peningkatan mutu layanan secara berkelanjutan.
Penyelenggaraan proses pendidikan program studi berpusat pada kurikulum. Kurikulum program studi merupakan dokumen komprehensif yang menggambarkan identitas program studi, evaluasi kurikulum sebelumnya, landasan pengembangan, visi keilmuan program studi, profil lulusan, capaian pembelajaran, bidang kajian keilmuan, struktur mata kuliah, RPS, hingga mekanisme implementasi hak belajar di luar program studi. Semua DTPS dalam melaksanakan proses pembelajaran telah memperhatikan kesesuaian materi, capaian pembelajaran mata kuliah, strategi pembelajaran, metode penilaian, serta beban kerja yang tercantum dalam RPS. DTPS telah mengintegrasikan hasil penelitian dan/atau PkM ke dalam materi ajar, baik sebagai studi kasus, bahan diskusi, maupun contoh aplikasi nyata dalam pengelolaan pendidikan. Pelaksanaan penilaian hasil belajar oleh DTPS dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas, di mana seluruh proses penilaian dirancang agar sejalan dengan tujuan khusus pembelajaran atau Sub-CPMK yang telah dirumuskan dalam dokumen RPS. Proses pengembangan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, pengintegrasian penelitian dan/atau PkM dalam pembelajaran, penilaian hasil belajar, peningkatan suasana akademik, pembimbingan tugas akhir, IPK lulusan, tracer study, lama studi, kelulusan tepat waktu, ketepatan jabatan lulusan, dan kepuasan pengguna menjadi fokus perhatian dalam penyelenggaraan PS.
Penelitian dosen dilaksanakan sesuai roadmap keilmuan yang mendukung visi Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Arab berbasis integrasi nilai pesantren. Produktivitas penelitian DTPS dalam tiga tahun terakhir berjumlah 57 judul penelitian, terdiri dari 43 penelitian pendanaan internal perguruan tinggi/mandiri, 9 penelitian lembaga dalam negeri di luar perguruan tinggi, dan 5 penelitian lembaga luar negeri. Pelaksanaan penelitian melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis riset sehingga memperkuat kompetensi akademik dan pengalaman penelitian mahasiswa. Kegiatan penelitian menghasilkan luaran publikasi ilmiah pada jurnal nasional maupun internasional serta menjadi dasar pengembangan bahan ajar dan pengabdian kepada masyarakat. Partisipasi dosen dalam kolaborasi penelitian nasional dan internasional menunjukkan keterkaitan antara pengembangan keilmuan Pendidikan Bahasa Arab dan kebutuhan praktis lembaga pendidikan. Evaluasi penelitian dilakukan secara berkala melalui sistem penjaminan mutu untuk memastikan kesesuaian dengan roadmap penelitian dan pencapaian visi keilmuan program studi.
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen dilaksanakan sesuai roadmap tridharma yang mendukung visi keilmuan Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Arab berbasis integrasi nilai pesantren dengan total 49 kegiatan dalam tiga tahun terakhir, terdiri dari 40 kegiatan pendanaan perguruan tinggi/mandiri, 5 kegiatan lembaga dalam negeri, dan 4 kegiatan lembaga luar negeri. Setiap kegiatan melibatkan minimal satu mahasiswa sejak tahap perencanaan hingga pelaporan sehingga tingkat keterlibatan mahasiswa sangat tinggi dan berfungsi sebagai pembelajaran aplikatif dalam analisis kebutuhan, perancangan program, dan implementasi manajerial pada lembaga pendidikan Islam. Luaran kegiatan berkontribusi pada publikasi ilmiah, penguatan kemitraan, serta implementasi keilmuan di masyarakat dan dievaluasi secara berkala melalui sistem penjaminan mutu untuk memastikan kesesuaian dengan roadmap dan ketercapaian visi keilmuan program studi.
UPPS Pascasarjana UII Darullughah Wadda’wah telah mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara komprehensif melampaui standar nasional pendidikan tinggi melalui pengelolaan mutu berbasis nilai pesantren dan standar akademik institusi. Sistem mutu mencakup standar pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta standar tambahan internal yang mendukung visi pengembangan keilmuan manajemen pendidikan Islam. Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) memiliki struktur kerja yang berjalan fungsional melalui auditor internal dan tim pengendali mutu pada tingkat program studi dengan kualifikasi minimal magister serta pelatihan peningkatan kompetensi secara berkala. Siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dilaksanakan secara sistematis melalui Audit Mutu Internal tahunan dengan ketercapaian indikator utama secara menyeluruh. Sistem dokumentasi dan monitoring mutu terintegrasi secara digital melalui platform lpm.uiidalwa.ac.id sehingga memfasilitasi pemantauan real-time, pelaporan berjenjang, serta koordinasi antara LPM, Pascasarjana, dan program studi melalui rapat tinjauan manajemen berkala. Beberapa area pengembangan yang terus ditingkatkan meliputi optimalisasi digitalisasi dokumen mutu, percepatan tindak lanjut rekomendasi audit, serta penguatan budaya mutu sivitas akademika. Program perbaikan dirancang bertahap melalui penguatan sosialisasi SPMI, peningkatan kompetensi auditor internal, dan pengembangan sistem monitoring berbasis teknologi untuk memastikan peningkatan mutu berkelanjutan yang mendukung pencapaian visi Program Studi menuju daya saing nasional dan internasional.
